Bismillahirrahmanirrahim...
Sepengalaman penulis, loket sidang dibuka mulai jam 7.30--saya antri jam 7.20 dan mendapat nomor panggil 17--dan sidang dimulai jam 9.00. Saya datang jam 6.30 dan sudah ada para calo yang bersiap mencari pelanggan. Alhamdulillah denda saya hanya 40rb+1rb (denda tilang+biaya sidang). Berikut langkah-langkah menjalani 'sidang tilang':
1. Mengantri di loket sidang untuk menukarkan surat tilang dengan nomor panggil.
2. Menunggu di ruang sidang sesuai dengan informasi yang tertera dalam nomor panggil.
3. Setelah dipanggil, tunjukkan nomor panggil. Lalu hakim persidangan akan memberitahukan nominal denda yang harus dibayar.
4. Kemudian menuju ke ruang lain sesuai arahan petugas untuk membayar denda dan mengambil barang yang disita, seperti STNK dan SIM-C.
Wallahu a'lam...
NB:
-berhati-hatilah saat awal datang ke pengadilan karena akan banyak calo yang agak galak, usahakan datang sangat awal dan langsung parkir di dalam, hiraukan para calo dengan santun :)
-salah satu tipuan calo: kata calo, "di dalam gak boleh pake sendal, harus pake sepatu", padahal tidak ada peraturan seperti itu, berdo'alah supaya gak ketipu :)
-biaya jasa para calo rata-rata 100rb lho, padahal denda tilang gk semahal itu, jadi jangan sampai ketipu :)
Jumat, 31 Juli 2015
Selasa, 17 Februari 2015
Laundry (Syariah) ???
"Wahai orang-orang beriman, masuklah kalian kepada islam secara kaffah (menyeluruh). Dan janganlah kalian mengikuti jejak-jejak setan karena sungguh setan adalah musuh yang nyata bagi kalian." (QS. Al Baqarah: 208)
Islam adalah rahmat bagi seluruh alam, agama yang komprehensif atau menyeluruh. Semua hal diatur dalam islam. Mulai dari hal-hal mendasar seperti akidah dan fiqih, sampai hal-hal strategis seperti ekonomi, politik, hukum, dan teknologi. Untuk itu, sangat masuk akal jika Allah memerintahkan orang-orang beriman untuk masuk kepada islam secara menyeluruh, tidak setengah-setengah.
Bagaimana hubungan antara laundry dengan syariah???
Menurut Agustinus Darsono dalam bukunya Tata Graha Hotel (Housekeeping), "Laundry
adalah bagian hotel yang bertanggung jawab terhadap pencucian, baik itu
pencucian pakaian tamu, seragam karyawan maupun linen-linen hotel".
Menurut Imam Syafi’i rahimakumullah, "Syari’at adalah peraturan – peraturan lahir
yang bersumber dari wahyu dan kesimpulan – kesimpulan yang berasal dari wahyu
itu mengenai tingkah laku manusia".
Jadi, hubungannya terletak pada proses pencuciannya. Laundry syariah adalah proses pencucian yang menerapkan peraturan-peraturan yang bersumber dari Allah (wahyu), dalam hal ini peraturan terkait thoharoh (suci). Allah telah menetapkan peraturan terkait hal tersebut.
Syariat islam telah menetapkan jenis air yang memiliki sifat suci dan menyucikan. Menurut Syaikh Muhammad bin Qosim Al Ghazy dalam Kitab Fathul Qorib, yang termasuk air mutlak antara lain:
- Air hujan
- Air laut
- Air sungai
- Air sumur
- Mata air
- Air salju
- Air embun
Selain itu, syariat islam juga mengatur metode penyucian benda seperti mengalirkan air ke benda yang terkena najis jika najisnya tergolong najis ringan (mukhoffafah). Dalam agama islam mengajarkan kita untuk selalu bersih dari kotoran atau
najis, terutama pada saat hendak melakukan ibadah kepada Allah SWT.
Najis bisa menempel di badan/tubuh, di pakaian, atau di suatu tempat.
Najis terbagi atas beberapa tingkatan dari mulai yang ringan sampai yang
berat.
1. Najis Mukhaffafah (Najis Ringan)
Yang termasuk najis ringan ini adalah air seni atau air kencing bayi laki-laki yang hanya diberi minum asi (air susu ibu) tanpa makanan lain dan belum berumur 2 tahun. Untuk mensucikan najis mukhafafah ini yaitu dengan memercikkan air bersih pada bagian yang kena najis.
2. Najis Mutawassithah (Najis Biasa/Sedang)
Segala sesuatu yang keluar dari kubul dan dubur manusia dan binatang/hewan adalah najis biasa dengan tingkatan sedang. Air kencing, kotoran buang air besar, dan air mani/sperma adalah najis, termasuk bangkai (kecuali bangkai orang, ikan, dan belalang), air susu hewan haram, khamar, dan lain sebagainya.
Najis Mutawassithah terdiri atas dua bagian, yaitu :
- Najis 'Ainiyah : Jelas terlihat rupa, rasa atau tercium baunya.
- Najis Hukmiyah : Tidak tampak (bekas kencing & miras).
1. Najis Mukhaffafah (Najis Ringan)
Yang termasuk najis ringan ini adalah air seni atau air kencing bayi laki-laki yang hanya diberi minum asi (air susu ibu) tanpa makanan lain dan belum berumur 2 tahun. Untuk mensucikan najis mukhafafah ini yaitu dengan memercikkan air bersih pada bagian yang kena najis.
2. Najis Mutawassithah (Najis Biasa/Sedang)
Segala sesuatu yang keluar dari kubul dan dubur manusia dan binatang/hewan adalah najis biasa dengan tingkatan sedang. Air kencing, kotoran buang air besar, dan air mani/sperma adalah najis, termasuk bangkai (kecuali bangkai orang, ikan, dan belalang), air susu hewan haram, khamar, dan lain sebagainya.
Najis Mutawassithah terdiri atas dua bagian, yaitu :
- Najis 'Ainiyah : Jelas terlihat rupa, rasa atau tercium baunya.
- Najis Hukmiyah : Tidak tampak (bekas kencing & miras).
Cara menghilangkan najis mutawasithah 'ainiyah membasuh sebanyak 1
s.d. 3 kali dengan air bersih hingga najisnya benar-benar hilang. Sedangkan untuk
najis mutawasithah hukmiyah dapat kembali suci dan hilang najisnya dengan jalan
dialirkan air di tempat yang kena najis.
3. Najis Mughallazhah (Najis Berat)
Najis mughallazhah contohnya seperti air liur anjing, air liur babi, dan sebangsanya. Najis ini sangat tinggi tingkatannya sehingga untuk membersihkan najis tersebut sampai harus dicuci dengan air bersih sebanyak 7 kali dan 1 kali di antaranya menggunakan air yang dicampur tanah.
Tambahan :
Najis Ma'fu adalah najis yang tidak wajib dibersihkan/disucikan karena sulit dibedakan mana yang kena najis dan yang tidak kena najis. Contoh dari najis mafu adalah sedikit percikan darah atau nanah, kena debu, kena air kotor yang tidak disengaja dan sulit dihindari. Jika ada makanan kemasukan bangkai binatang sebaiknya jangan dimakan kecuali makanan kering karena cukup dibuang bagian yang kena bangkai saja.
3. Najis Mughallazhah (Najis Berat)
Najis mughallazhah contohnya seperti air liur anjing, air liur babi, dan sebangsanya. Najis ini sangat tinggi tingkatannya sehingga untuk membersihkan najis tersebut sampai harus dicuci dengan air bersih sebanyak 7 kali dan 1 kali di antaranya menggunakan air yang dicampur tanah.
Tambahan :
Najis Ma'fu adalah najis yang tidak wajib dibersihkan/disucikan karena sulit dibedakan mana yang kena najis dan yang tidak kena najis. Contoh dari najis mafu adalah sedikit percikan darah atau nanah, kena debu, kena air kotor yang tidak disengaja dan sulit dihindari. Jika ada makanan kemasukan bangkai binatang sebaiknya jangan dimakan kecuali makanan kering karena cukup dibuang bagian yang kena bangkai saja.
Dari Teori ke Praktik
Alhamdulillah. Sekarang kita sudah belajar sedikit terkait Laundry Syariah. InsyaAllah penulis ingin merealisasikan konsep tersebut. Alhamdulillah Allah mengenalkan saya dengan Ustadz Abu Assakha. Beliau adalah pengusaha Laundry Syariah yang sudah menggeluti bisnis tersebut sejak tahun 1994. Saat ini beliau sudah memiliki banyak cabang di Indonesia.
Penulis bermaksud mengajak pembaca untuk bekerja sama dalam membuka bisnis Laundry Syariah di Bekasi. Alhamdulillah tempat sudah ditemukan dan cukup strategis karena berada di perumahan padat penduduk dengan kondisi mayoritas warga sekitar tidak memiliki pembantu. InsyaAllah tempatnya di perumahan Pondok Ungu Permai Sektor 5, Bekasi.
Target penulis, bisnis ini akan mulai beroperasi pada awal April 2015. Penulis berencana bekerja sama dengan Ustadz Abu Assakha melalui mekanisme franchise. Penulis belum memiliki uang yang cukup untuk modal awal yaitu sebesar 35juta (sewa tempat, beli franchise, renovasi tempat, dll), tapi penulis yakin bahwa Allah Yang Maha Kaya.
Untuk itu, tulisan ini dibuat bukanlah untuk meminta dana kepada para pembaca, melainkan untuk memberi kesempatan kepada para pembaca yang ingin bekerja sama merealisasikan bisnis Laundy Syariah dengan niat mendapatkan Ridho Allah. Bagi kamu yang berminat, silahkan hubungi Yoga Pratama Bina (0838 7425 8375). InsyaAllah akan saya kirim proposal bisnisnya.
Terima kasih. Wallahu a'lam :)
sumber:
Allah Subhanahu Wa Ta'ala dan Rasulullah Sholallahu 'alayhi wassalam
http://bisnislaundrysyariah.com/
http://book-me-tiboux.blogspot.com/2013/09/pengertian-dan-tugas-laundry.html
http://maryana02121986.blogspot.com/2012/05/syariah-dan-syariat.html
http://www.duniaislam.web.id/2014/03/air-yang-boleh-digunakan-untuk.html
http://www.organisasi.org/1970/01/jenis-macam-macam-najis-mukhaffafah-mutawassithah-dan-mughallazhah.html
http://rumahdijual.com/bekasi/656253-sewa-rumah-pondok-ungu-permai-bekasi.html
Minggu, 15 September 2013
Accrual Basis vs Cash Basis
Dalam akuntansi, ada 2 dasar dalam pencatatan. Accrual basis dan cash basis.
Malaikat Rakib > mencatat amal baik manusia.
Malaikat Atid > mencatat amal buruk manusia.
Tulisan ini saya dasarkan pada keyakinan saya terhadap islam.
Wallahu a'lam.
sumber:
http://www.akuntansiitumudah.com/
- Accrual basis adalah pencatatan yang dilakukan meskipun belum ada uang yang masuk atau keluar. Dengan kata lain, mengakui adanya pendapatan atau beban meskipun baru perjanjian.
- Cash basis adalah pencatatan yang dilakukan hanya ketika ada uang masuk atau uang keluar.
Malaikat Rakib > mencatat amal baik manusia.
Malaikat Atid > mencatat amal buruk manusia.
- Accrual basis mengadopsi dari pencatatan yang dilakukan malaikat Rakib. Malaikat rakib mencatat setiap perbuatan baik manusia meskipun belum terlaksana, meskipun baru terbesit niat.
- Cash basis mengadopsi dari pencatatan yang dilakukan malaikat Atid. Malaikat Atid tidak langsung mencatat niat buruk manusia. Amal buruk baru dicatat ketika sudah benar-benar dilakukan. Hebatnya lagi, jika tidak jadi dilakukan, malah dicatat kebaikan oleh malaikat Rakib.
Tulisan ini saya dasarkan pada keyakinan saya terhadap islam.
Wallahu a'lam.
sumber:
http://www.akuntansiitumudah.com/
Sudah biasa...
Jalanan macet?
Sudah biasa...
Jalanan banjir?
Sudah biasa...
Lalu bagaimana agar semua yang biasa menjadi luar biasa?
Sebagai pengguna kendaraan bermotor, tentunya kita 'guedeg' dan 'juengkel' ketika terjebak kemacetan. Itu sudah biasa...
Kuncinya kita harus bersabar. Itu masih biasa...
Selain itu kita juga harus menjadi contoh yang baik. Dengan cara menaati peraturan tentunya-bukan hanya ketika ada polisi. Budaya taat peraturan memang sudah jarang ditemui di negara kita. Untuk itu jadilah yang luar biasa. Perbaiki sebab kemacetannya, bukan akibatnya.
Sebagai warga, tentunya kita 'guedeg' dan 'juengkel' ketika jalanan atau bahkan perumahan terkena banjir. Itu sudah biasa...
Kuncinya kita harus terus bersabar. Itu masih biasa...
Selain itu kita juga harus menjadi contoh yang baik. Dengan cara senantiasa menjaga kebersihan lingkungan. Masih banyak cara lain. Perbaiki sebab banjirnya, bukan akibatnya.
Ada hal lain yang membuat kita luar biasa. Bersyukur dalam setiap keadaan menjadikan kita luar biasa. Tidak hanya dengan perkataan, tapi juga dengan perbuatan. Berusaha memperbaiki kesalahan juga merupakan cara kita untuk bersyukur.
"Jangan menunggu bahagia terus bersyukur, tapi bersyukurlah terus niscaya bahagia." (Aa Gym)
Wallahu a'lam.
sumber:
http://luckydc.wordpress.com/2010/09/03/jakarta-menuju-kemacetan-total/
http://green.kompasiana.com/penghijauan/2013/01/21/banjir-jakarta-sudah-sejak-zaman-kompor-mleduk--527299.html
Apa yang salah?
Sore hari di sebuah kota, sebut saja Atrakaj, banyak berkumpul pengemis. Ya. Kota ini memang terkenal banyak pengemis.
Lewatlah seorang pebisnis yang dia sangat selektif dalam menyumbang pengemis. Biasanya, sebelum dia menyumbang, dia mengajukan beberapa pertanyaan, dan rata-rata pengemis tidak lolos wawancara dengan dia, kebanyakan mereka gagal lolos audisi, tapi tidak pada sore itu. Ada seorang pengemis yang mampu lolos wawancara dengannya.
X: pebisnis
Y: pengemis
X: kalo saya kasih uang, apakah kamu gunakan berjudi?
Y: oh tidak pa, berjudi itu kan haram.
X: apakah kamu gunakan untuk mabuk-mabukkan?
Y: tidak juga pa, mabuk-mabukkan juga haram hukumnya.
X: hmm, bagaimana kalo untuk bermain perempuan?
Y: apalagi itu pa, Allah sudah melarang dengan tegas agar manusia tidak mendekati zina.
X: oke, kamu akan saya kasih uang, tapi kamu ikut dulu ke rumahku.
Sesampainya di rumah pebisnis yang mewah. Pebisnis itu memanggil istrinya kemudian berkata sambil menunjuk pengemis tadi, "Beginilah nasib orang yang tidak berjudi, tidak mabuk-mabukkan, dan tidak bermain perempuan".
Apa yang salah???
Pengemis baik itu yang salah kah?
Atau pebisnis tersebut yang angkuh?
Bukan! Yang salah adalah konsep pemikirannya. Pola pikir masyarakat yang menganggap bahwa orang baik itu selalu miskin, selalu meminta-minta, dan terkesan bodoh. Parahnya lagi, terkadang orang-orang yang dicap seperti itu tidak mau mengubah hal tersebut.
Pengemis memang bukanlah pekerjaan yang haram, tapi bukankah pebisnis itu lebih baik karena bisa menjadi perantara rezeki yang halal?
Meminta memang tidak dilarang, tapi bukankah memberi sangat dianjurkan?
Cara sederhana untuk mengentas kemiskinan adalah dengan memastikan diri kita tidak miskin.
Cara sederhana untuk mengentas kebodohan adalah dengan memastikan diri kita tidak bodoh.
Cara sederhana agar kita tidak dihina adalah dengan memastikan diri kita tidak pantas dihina.
Wallahu a'lam.
Inspiring people:
@panjiabdiesa
@ipphoright
@herricahyadi
Lewatlah seorang pebisnis yang dia sangat selektif dalam menyumbang pengemis. Biasanya, sebelum dia menyumbang, dia mengajukan beberapa pertanyaan, dan rata-rata pengemis tidak lolos wawancara dengan dia, kebanyakan mereka gagal lolos audisi, tapi tidak pada sore itu. Ada seorang pengemis yang mampu lolos wawancara dengannya.
X: pebisnis
Y: pengemis
X: kalo saya kasih uang, apakah kamu gunakan berjudi?
Y: oh tidak pa, berjudi itu kan haram.
X: apakah kamu gunakan untuk mabuk-mabukkan?
Y: tidak juga pa, mabuk-mabukkan juga haram hukumnya.
X: hmm, bagaimana kalo untuk bermain perempuan?
Y: apalagi itu pa, Allah sudah melarang dengan tegas agar manusia tidak mendekati zina.
X: oke, kamu akan saya kasih uang, tapi kamu ikut dulu ke rumahku.
Sesampainya di rumah pebisnis yang mewah. Pebisnis itu memanggil istrinya kemudian berkata sambil menunjuk pengemis tadi, "Beginilah nasib orang yang tidak berjudi, tidak mabuk-mabukkan, dan tidak bermain perempuan".
Apa yang salah???
Pengemis baik itu yang salah kah?
Atau pebisnis tersebut yang angkuh?
Bukan! Yang salah adalah konsep pemikirannya. Pola pikir masyarakat yang menganggap bahwa orang baik itu selalu miskin, selalu meminta-minta, dan terkesan bodoh. Parahnya lagi, terkadang orang-orang yang dicap seperti itu tidak mau mengubah hal tersebut.
Pengemis memang bukanlah pekerjaan yang haram, tapi bukankah pebisnis itu lebih baik karena bisa menjadi perantara rezeki yang halal?
Meminta memang tidak dilarang, tapi bukankah memberi sangat dianjurkan?
Cara sederhana untuk mengentas kemiskinan adalah dengan memastikan diri kita tidak miskin.
Cara sederhana untuk mengentas kebodohan adalah dengan memastikan diri kita tidak bodoh.
Cara sederhana agar kita tidak dihina adalah dengan memastikan diri kita tidak pantas dihina.
Wallahu a'lam.
Inspiring people:
@panjiabdiesa
@ipphoright
Langganan:
Postingan (Atom)





