Minggu, 15 September 2013

Sudah biasa...


Jalanan macet?
Sudah biasa...


Jalanan banjir?
Sudah biasa...

Lalu bagaimana agar semua yang biasa menjadi luar biasa?

Sebagai pengguna kendaraan bermotor, tentunya kita 'guedeg' dan 'juengkel' ketika terjebak kemacetan. Itu sudah biasa...
Kuncinya kita harus bersabar. Itu masih biasa...
Selain itu kita juga harus menjadi contoh yang baik. Dengan cara menaati peraturan tentunya-bukan hanya ketika ada polisi. Budaya taat peraturan memang sudah jarang ditemui di negara kita. Untuk itu jadilah yang luar biasa. Perbaiki sebab kemacetannya, bukan akibatnya.

Sebagai warga, tentunya kita 'guedeg' dan 'juengkel' ketika jalanan atau bahkan perumahan terkena banjir. Itu sudah biasa...
Kuncinya kita harus terus bersabar. Itu masih biasa...
Selain itu kita juga harus menjadi contoh yang baik. Dengan cara senantiasa menjaga kebersihan lingkungan. Masih banyak cara lain. Perbaiki sebab banjirnya, bukan akibatnya.

Ada hal lain yang membuat kita luar biasa. Bersyukur dalam setiap keadaan menjadikan kita luar biasa. Tidak hanya dengan perkataan, tapi juga dengan perbuatan. Berusaha memperbaiki kesalahan juga merupakan cara kita untuk bersyukur.

"Jangan menunggu bahagia terus bersyukur, tapi bersyukurlah terus niscaya bahagia." (Aa Gym)

Wallahu a'lam.


sumber:
http://luckydc.wordpress.com/2010/09/03/jakarta-menuju-kemacetan-total/
http://green.kompasiana.com/penghijauan/2013/01/21/banjir-jakarta-sudah-sejak-zaman-kompor-mleduk--527299.html

Apa yang salah?

Sore hari di sebuah kota, sebut saja Atrakaj, banyak berkumpul pengemis. Ya. Kota ini memang terkenal banyak pengemis.
Lewatlah seorang pebisnis yang dia sangat selektif dalam menyumbang pengemis. Biasanya, sebelum dia menyumbang, dia mengajukan beberapa pertanyaan, dan rata-rata pengemis tidak lolos wawancara dengan dia, kebanyakan mereka gagal lolos audisi, tapi tidak pada sore itu. Ada seorang pengemis yang mampu lolos wawancara dengannya.

X: pebisnis
Y: pengemis

X: kalo saya kasih uang, apakah kamu gunakan berjudi?
Y: oh tidak pa, berjudi itu kan haram.
X: apakah kamu gunakan untuk mabuk-mabukkan?
Y: tidak juga pa, mabuk-mabukkan juga haram hukumnya.
X: hmm, bagaimana kalo untuk bermain perempuan?
Y: apalagi itu pa, Allah sudah melarang dengan tegas agar manusia tidak mendekati zina.
X: oke, kamu akan saya kasih uang, tapi kamu ikut dulu ke rumahku.

Sesampainya di rumah pebisnis yang mewah. Pebisnis itu memanggil istrinya kemudian berkata sambil menunjuk pengemis tadi, "Beginilah nasib orang yang tidak berjudi, tidak mabuk-mabukkan, dan tidak bermain perempuan".



Apa yang salah???
Pengemis baik itu yang salah kah?
Atau pebisnis tersebut yang angkuh?

Bukan! Yang salah adalah konsep pemikirannya. Pola pikir masyarakat yang menganggap bahwa orang baik itu selalu miskin, selalu meminta-minta, dan terkesan bodoh. Parahnya lagi, terkadang orang-orang yang dicap seperti itu tidak mau mengubah hal tersebut.

Pengemis memang bukanlah pekerjaan yang haram, tapi bukankah pebisnis itu lebih baik karena bisa menjadi perantara rezeki yang halal?
Meminta memang tidak dilarang, tapi bukankah memberi sangat dianjurkan?

Cara sederhana untuk mengentas kemiskinan adalah dengan memastikan diri kita tidak miskin.
Cara sederhana untuk mengentas kebodohan adalah dengan memastikan diri kita tidak bodoh.
Cara sederhana agar kita tidak dihina adalah dengan memastikan diri kita tidak pantas dihina.

Wallahu a'lam.

Inspiring people:
@panjiabdiesa
@ipphoright
@herricahyadi

Sabtu, 13 April 2013

Berprasangka Buruk Memang Tidak Boleh, Tapi...




Suatu pagi di asrama UICCI Umraniyah. Jum'at pagi tepatnya. Seperti biasa, setiap jum'at pagi seluruh kelompok belajar fiqih dengan Abi masing-masing.
*dalam bahasa turki, Abi berarti kakak laki-laki

Singkat cerita, selesai belajar fiqih, ditutup dengan membaca surat Al Fatihah masing-masing.
Namun, ada seorang murid yang baru beberapa detik diinstruksikan untuk membaca Al Fatihah tapi dia sudah langsung ngajak murid lain ngobrol.
Ketika ditanya oleh murid lain apakah dia membaca Al Fatihah, dia menjawab dengan marah bahwa dia sudah baca.
Hampir terjadi pertikaian saat itu karena dia merasa difitnah. Dia menganggap murid lain telah berprasangka buruk kepadanya.

"Berprasangka buruk memang tidak boleh, tetapi membuat orang lain berprasangka buruk kepada kita itu Lebih Tidak Boleh." (Abi Taufik)


Wallahu a'lam...

Bekasnya Masih Ada



Ada seorang anak yang memiliki kebiasaan buruk, mengejek teman.

Akhirnya sang ayah menasihatinya...
Ayah: Nak, mulai sekarang kalo kamu mengejek temanmu, kamu tancapkan paku di pagar kayu depan rumah.
Anak: Iya ayah :)

Hari pertama, ada sekitar 15 paku yang ditancapkan sang anak. Semakin hari sang anak semakin lelah yang berarti intensitas mengejek sang anak berkurang.


Sang ayah kembali menasihati...
Ayah: Nak, sekarang kalo kamu punya niat untuk mengejek temanmu tapi tidak jadi kamu lakukan, kamu cabut paku yang ada di pagar.
Anak: Oke sip yah :)

Semakin hari, sang anak semakin bisa mengendalikan kebiasaan buruknya hingga paku-paku yang tadinya menancap sekarang sudah habis.


Ayahnya bersyukur...
Ayah: Alhamdulillah sekarang kamu sudah bisa menghilangkan kebiasaan burukmu :), sekarang sudah tidak paku di pagar. Sekarang coba kamu perhatikan pagar tersebut! Adakah yang berbeda?
Anak: Iya alhamdulillah ayah :). Hmm, ada yang berbeda yah, pagar itu menjadi rusak akibat paku yang pernah aku tancapkan.
Ayah: Seperti itulah nak, ketika kamu mengejek seseorang kemudian meminta maaf kepadanya, masih ada sakit pada hati orang tersebut. Bekas itu tidak hilang nak. Bekasnya Masih Ada.


Wallahu a'lam...

sumber: Abi Ilham

Mimpi Bertemu Presiden RI B.J. Habibie

Minggu, 7 April 2013

Pagi hari setelah sholat subuh dan sarapan, tidak seperti biasa saya tidur lagi karena sedang sakit.
Ada yang spesial dari tidur kali ini, saya bermimpi bertemu dan berpelukan dengan tokoh yang saya kagumi, Prof. DR. Ing. B.J. Habibie atau biasa disebut Mr. Crack dalam dunia internasional.
Sebelum tidur memang saya mengingat kisah beliau ketika sakit di Jerman, beliau menulis surat yang isinya bersumpah untuk mengabdi pada bangsa Indonesia. Saya benar-benar terinspirasi sampai akhirnya terbawa mimpi.

Di dalam mimpi saya bertemu beliau dan bermaksud untuk memeluknya, tetapi beliau menolak.
Beliau bertanya, Anda siapa?

Sebuah jawaban dari saya membuat beliau tersenyum :)

"Saya adalah pemuda yang mencintai Indonesia dan insyaAllah akan membangun Indonesia bersama teman-teman seperjuangan. Terima kasih atas kontribusi Bapak selama ini. Do'akan kami pak! InsyaAllah kami akan selalu mendo'akan Bapak."

Akhirnya kami pun berpelukan dan beliau meninggalkan saya dengan gaya jalan yang khas.

Mimpi itu benar-benar seperti nyata dan berkesan untuk saya khususnya.
Apalagi jika saya mimpi bertemu Rasulullah saw. (aamiin) pasti rasanya lebih luar biasa.


Dalam buku yang pernah saya baca, ketika mendapat panggilan untuk mengabdi pada bangsa Indonesia, hal pertama yang beliau lakukan adalah mengumpulkan sebanyak-banyak pemuda yang mencintai bangsanya dan memiliki visi yang sama dengan beliau.


Berikut adalah nama teman-teman seperjuanganku yang cinta Indonesia dan memiliki visi yang sama untuk membangun Indonesia:
  1. Sona Ardhyan
  2. Ahdi Nur Fitrianto
  3. Panji Hidayatullah
  4. Sigit Priyo Sanyoto
  5. Muhammad Jabbar Al Basith
  6. Deni Yudi Prasetyo
  7. Chairul Umam
  8. Isal Mawardi
  9. Feri Ardi Kurniawan
  10. Muhammad Harry Kurniawan
  11. Muhammad Fajar Nasikhin
  12. Wahyu Pradana
InsyaAllah :)