Selasa, 04 Agustus 2015

Misteri Batu Bleneng (Tol Cipali)



Bismillahirrahmanirrahim...

Menurut Barometer Pekan Ini dalam tayangan Liputan 6 SCTV, sejak 13 Juni - 18 Juli 2015 sudah terjadi 55 kecelakaan di Tol Cipali (12 tewas, 11 luka berat, 52 luka ringan, kerugian 818 juta).

Beberapa pendapat yang muncul di masyarakat:
  • batu bleneng adalah markas jin sehingga tidak bisa dipindahkan dan memakan banyak korban
  • fasilitas rest area belum selesai keseluruhan (perbandingan 1:4) sehingga pengemudi kelelahan dan merasakan kantuk tak tertahan, akhirnya terjadi kecelakaan
  • trek tol cipali lurus dan halus sehingga banyak pengemudi yang melampaui batas kecepatan maksimal dan menggunakan bahu jalan, akhirnya terjadi kecelakaan

Pendapat kedua dan ketiga rasanya masuk akal bagi penulis. Solusinya insyaAllah dengan melengkapi fasilitas tol dan mematuhi peraturan berkendara.

Nah, pendapat pertama tersebut harus disikapi dengan tepat, apalagi sebagai seorang muslim, supaya kita tidak terjebak dalam dosa syirik. Lalu bagaimana solusinya menurut islam? Apakah islam mengajarkan cara memindahkan batu???

"Apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi bertasbih kepada Allah. Dialah Yang Maha Perkasa, Maha Bijaksana." (QS. As-Saff: 1)


Pertama, kita harus yakin bahwa segala sesuatu yang ada di langit dan segala sesuatu yang ada di bumi pun tunduk patuh kepada Allahul Azizul Hakim, termasuk batu bleneng. Untuk itu, hanya kepada Allah seharusnya kita mengharap pertolongan sehingga salah jika kita menuhankan batu. Misal: berdo'a kepada batu, melakukan ritual untuk meminta kekayaan dari batu, atau sekadar percaya bahwa batu tersebutlah yang menyebabkan kematian. Hal yang berkaitan dengan akidah ini perlu kita luruskan bersama.

Kedua, kita harus belajar dari kisah yang disampaikan Nabi Muhammad saw terkait cara menggeser batu. Yap! Bahkan 1400 tahun lalu Nabi Muhammad saw sudah menyampaikan solusinya. Hebat kan islam? Siapa dulu penciptanya??? :-)

Dari ‘Abdullah bin ‘Umar radhiallaahu 'anhuma, dia berkata: aku mendengar Rasulullah Shallallâhu 'alaihi wasallam bersabda: "Ada tiga orang (yang hidup sebelum kalian) berangkat (ke suatu tempat) hingga mereka terpaksa harus menginap di sebuah gua, lalu memasukinya. Tiba-tiba sebuah batu besar runtuh dari arah gunung hingga menutup rongga gua tersebut. Lalu mereka berkata: ’sesungguhnya yang dapat menyelamatkan kalian dari batu besar ini hanyalah dengan (cara) berdoa kepada Allah melalui perbuatan-perbuatan yang shalih’ (maksudnya: mereka memohon kepada Allah dengan menyebutkan perbuatan yang dianggap paling ikhlas diantara yang mereka lakukan).

Salah seorang diantara mereka berkata: ’Ya Allah! aku dulu mempunyai kedua orang tua yang sudah renta dan aku tidak berani memberikan jatah minum mereka kepada keluargaku (isteri dan anak) dan harta milikku (budak dan pembantuku). Pada suatu hari, aku mencari sesuatu di tempat yang jauh dan sepulang dari itu aku mendapatkan keduanya telah tertidur, lantas aku memeras susu seukuran jatah minum keduanya, namun akupun mendapatkan keduanya tengah tertidur. Meskipun begitu, aku tidak berani memberikan jatah minum mereka tersebut kepada keluargaku (isteri dan anak) dan harta milikku (budak dan pembantuku). Akhirnya, aku tetap menunggu (kapan) keduanya bangun -sementara wadahnya (tempat minuman) masih berada di tanganku- hingga fajar menyingsing. Barulah keduanya bangun, lalu meminum jatah untuk mereka. Ya Allah, jika apa yang telah kulakukan tersebut semata-mata mengharap wajahMu, maka renggangkanlah rongga gua ini dari batu besar yang menutup tempat kami berada.’ Lalu batu tersebut sedikit bergeser tetapi mereka belum bisa keluar (karena masih sempit)."

Nabi bersabda lagi: "Yang lainnya (orang kedua) berkata: ‘Ya Allah, aku dulu mempunyai sepupu perempuan (anak perempuan paman). Dia termasuk orang yang amat aku kasihi, pernah aku menggodanya untuk berzina denganku tetapi dia menolak ajakanku. Akhirnya pada suatu tahun, dia mengalami masa paceklik, lalu mendatangiku dan aku memberinya 120 dinar dengan syarat dia membiarkan apa yang terjadi antaraku dan dirinya. Dia pun setuju hingga ketika aku sudah menaklukkannya, dia berkata: 'takutlah kepada Allah dan sungguh tidak halal bagimu mencopot cincin ini kecuali dengan haknya (pernikahan)'. Aku merasa takut dan tidak tega untuk melakukannya. Akhirnya, aku berpaling darinya (tidak memedulikannya lagi) padahal dia adalah orang yang paling aku kasihi. Aku juga, telah membiarkan (tidak mempermasalahkan lagi) emas yang telah kuberikan kepadanya. Ya Allah, jika apa yang telah kulakukan tersebut semata-mata mengharap wajahMu, maka renggangkanlah rongga gua ini dari batu besar yang menutup tempat kami berada.’ Lalu batu tersebut bergeser lagi tetapi mereka tetap belum bisa keluar (karena masih sempit)."

Nabi Shallallâhu 'alaihi wasallam bersabda lagi: "Kemudian orang ketiga pun berkata: ‘Ya Allah, aku telah mengupah beberapa orang pekerja, lalu aku berikan upah mereka, kecuali seorang lagi yang tidak mengambil haknya dan pergi (begitu saja). Kemudian upahnya tersebut, aku investasikan sehingga menghasilkan harta yang banyak. Selang beberapa waktu, dia pun datang sembari berkata: 'wahai ‘Abdullah, berikan upahku!' Aku menjawab: 'unta, sapi, kambing dan budak, semua yang engkau lihat itu adalah upahmu.' Dia berkata :'wahai ‘Abdullah! jangan mengejekku!'. Aku menjawab: 'sungguh, aku tidak mengejekmu'. Lalu dia mengambil semuanya dan memboyongnya sehingga tidak menyisakan sesuatupun. Ya Allah, jika apa yang telah kulakukan tersebut semata-mata mengharap wajahMu, maka renggangkanlah rongga gua ini dari batu besar yang menutup tempat kami berada.’ Lalu batu besar tersebut bergeser lagi sehingga mereka pun bisa keluar untuk melanjutkan perjalanan." (HR. Muttafaqun ‘alaih)



Tuh saudara-saudara kita sudah ada yang berdo'a kepada Allah di sekitar batu bleneng. Yuk kita sama-sama berdo'a kepada Allah dengan amal sholih kita dalam masalah apapun. Semoga Allah menggeser batu bleneng dan melindungi kita dari dosa syirik. Allahumma aamiin. Wallahu a'lam...

Sumber:
http://tv.liputan6.com/read/2271030/barometer-pekan-ini-mengusir-petaka-di-tol-cipali
http://stat.fajarnews.com/images/2015/07/08/3334209030_p.jpg
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg6dU_z6-8vI9ngToJjAVRx_jabpnhfQ8E6QpdjU3NigcPo-2QysNG-WAy5xnptAnMZ90m8GPs3lGGpBT2HYyjHrGDCkSFT2YARg_HXUsjmBGFXtDoa7vSlzbKEDkqZ_DXMTkLyF0Cdvow/s1600/BATU+BUKIT+SALAM2.jpg
http://abuayaz.blogspot.com/2011/02/kisah-3-orang-yang-terkurung-dalam-gua.html

Jumat, 31 Juli 2015

How to face 'sidang tilang"...

Bismillahirrahmanirrahim...



Sepengalaman penulis, loket sidang dibuka mulai jam 7.30--saya antri jam 7.20 dan mendapat nomor panggil 17--dan sidang dimulai jam 9.00. Saya datang jam 6.30 dan sudah ada para calo yang bersiap mencari pelanggan. Alhamdulillah denda saya hanya 40rb+1rb (denda tilang+biaya sidang). Berikut langkah-langkah menjalani 'sidang tilang':

1. Mengantri di loket sidang untuk menukarkan surat tilang dengan nomor panggil.
2. Menunggu di ruang sidang sesuai dengan informasi yang tertera dalam nomor panggil.
3. Setelah dipanggil, tunjukkan nomor panggil. Lalu hakim persidangan akan memberitahukan nominal denda yang harus dibayar.
4. Kemudian menuju ke ruang lain sesuai arahan petugas untuk membayar denda dan mengambil barang yang disita, seperti STNK dan SIM-C.

Wallahu a'lam...

NB:
-berhati-hatilah saat awal datang ke pengadilan karena akan banyak calo yang agak galak, usahakan datang sangat awal dan langsung parkir di dalam, hiraukan para calo dengan santun :)
-salah satu tipuan calo: kata calo, "di dalam gak boleh pake sendal, harus pake sepatu", padahal tidak ada peraturan seperti itu, berdo'alah supaya gak ketipu :)
-biaya jasa para calo rata-rata 100rb lho, padahal denda tilang gk semahal itu, jadi jangan sampai ketipu :)

Selasa, 17 Februari 2015

Laundry (Syariah) ???

"Wahai orang-orang beriman, masuklah kalian kepada islam secara kaffah (menyeluruh). Dan janganlah kalian mengikuti jejak-jejak setan karena sungguh setan adalah musuh yang nyata bagi kalian." (QS. Al Baqarah: 208)


Islam adalah rahmat bagi seluruh alam, agama yang komprehensif atau menyeluruh. Semua hal diatur dalam islam. Mulai dari hal-hal mendasar seperti akidah dan fiqih, sampai hal-hal strategis seperti ekonomi, politik, hukum, dan teknologi. Untuk itu, sangat masuk akal jika Allah memerintahkan orang-orang beriman untuk masuk kepada islam secara menyeluruh, tidak setengah-setengah.

Bagaimana hubungan antara laundry dengan syariah???


Menurut Agustinus Darsono dalam bukunya Tata Graha Hotel (Housekeeping), "Laundry adalah bagian hotel yang bertanggung jawab terhadap pencucian, baik itu pencucian pakaian tamu, seragam karyawan maupun linen-linen hotel".

Menurut Imam Syafi’i rahimakumullah, "Syari’at adalah peraturan – peraturan lahir yang bersumber dari wahyu dan kesimpulan – kesimpulan yang berasal dari wahyu itu mengenai tingkah laku manusia".

Jadi, hubungannya terletak pada proses pencuciannya. Laundry syariah adalah proses pencucian yang menerapkan peraturan-peraturan yang bersumber dari Allah (wahyu), dalam hal ini peraturan terkait thoharoh (suci). Allah telah menetapkan peraturan terkait hal tersebut.

Syariat islam telah menetapkan jenis air yang memiliki sifat suci dan menyucikan. Menurut Syaikh Muhammad bin Qosim Al Ghazy dalam Kitab Fathul Qorib, yang termasuk air mutlak antara lain:
  1. Air hujan
  2. Air laut
  3. Air sungai
  4. Air sumur
  5. Mata air
  6. Air salju
  7. Air embun

Selain itu, syariat islam juga mengatur metode penyucian benda seperti mengalirkan air ke benda yang terkena najis jika najisnya tergolong najis ringan (mukhoffafah). Dalam agama islam mengajarkan kita untuk selalu bersih dari kotoran atau najis, terutama pada saat hendak melakukan ibadah kepada Allah SWT. Najis bisa menempel di badan/tubuh, di pakaian, atau di suatu tempat. Najis terbagi atas beberapa tingkatan dari mulai yang ringan sampai yang berat.

1. Najis Mukhaffafah (Najis Ringan)

Yang termasuk najis ringan ini adalah air seni atau air kencing bayi laki-laki yang hanya diberi minum asi (air susu ibu) tanpa makanan lain dan belum berumur 2 tahun. Untuk mensucikan najis mukhafafah ini yaitu dengan memercikkan air bersih pada bagian yang kena najis.

2. Najis Mutawassithah (Najis Biasa/Sedang)

Segala sesuatu yang keluar dari kubul dan dubur manusia dan binatang/hewan adalah najis biasa dengan tingkatan sedang. Air kencing, kotoran buang air besar, dan air mani/sperma adalah najis, termasuk bangkai (kecuali bangkai orang, ikan, dan belalang), air susu hewan haram, khamar, dan lain sebagainya.

Najis Mutawassithah terdiri atas dua bagian, yaitu :
- Najis 'Ainiyah : Jelas terlihat rupa, rasa atau tercium baunya.
- Najis Hukmiyah : Tidak tampak (bekas kencing & miras).
 
Cara menghilangkan najis mutawasithah 'ainiyah membasuh sebanyak 1 s.d. 3 kali dengan air bersih hingga najisnya benar-benar hilang. Sedangkan untuk najis mutawasithah hukmiyah dapat kembali suci dan hilang najisnya dengan jalan dialirkan air di tempat yang kena najis.

3. Najis Mughallazhah (Najis Berat)

Najis mughallazhah contohnya seperti air liur anjing, air liur babi, dan sebangsanya. Najis ini sangat tinggi tingkatannya sehingga untuk membersihkan najis tersebut sampai harus dicuci dengan air bersih sebanyak 7 kali dan 1 kali di antaranya menggunakan air yang dicampur tanah.

Tambahan :
Najis Ma'fu adalah najis yang tidak wajib dibersihkan/disucikan karena sulit dibedakan mana yang kena najis dan yang tidak kena najis. Contoh dari najis mafu adalah sedikit percikan darah atau nanah, kena debu, kena air kotor yang tidak disengaja dan sulit dihindari. Jika ada makanan kemasukan bangkai binatang sebaiknya jangan dimakan kecuali makanan kering karena cukup dibuang bagian yang kena bangkai saja.


Dari Teori ke Praktik


Alhamdulillah. Sekarang kita sudah belajar sedikit terkait Laundry Syariah. InsyaAllah penulis ingin merealisasikan konsep tersebut. Alhamdulillah Allah mengenalkan saya dengan Ustadz Abu Assakha. Beliau adalah pengusaha Laundry Syariah yang sudah menggeluti bisnis tersebut sejak tahun 1994. Saat ini beliau sudah memiliki banyak cabang di Indonesia.

Penulis bermaksud mengajak pembaca untuk bekerja sama dalam membuka bisnis Laundry Syariah di Bekasi. Alhamdulillah tempat sudah ditemukan dan cukup strategis karena berada di perumahan padat penduduk dengan kondisi mayoritas warga sekitar tidak memiliki pembantu. InsyaAllah tempatnya di perumahan Pondok Ungu Permai Sektor 5, Bekasi.



Target penulis, bisnis ini akan mulai beroperasi pada awal April 2015. Penulis berencana bekerja sama dengan Ustadz Abu Assakha melalui mekanisme franchise. Penulis belum memiliki uang yang cukup untuk modal awal yaitu sebesar 35juta (sewa tempat, beli franchise, renovasi tempat, dll), tapi penulis yakin bahwa Allah Yang Maha Kaya.

Untuk itu, tulisan ini dibuat bukanlah untuk meminta dana kepada para pembaca, melainkan untuk memberi kesempatan kepada para pembaca yang ingin bekerja sama merealisasikan bisnis Laundy Syariah dengan niat mendapatkan Ridho Allah. Bagi kamu yang berminat, silahkan hubungi Yoga Pratama Bina (0838 7425 8375). InsyaAllah akan saya kirim proposal bisnisnya.

Terima kasih. Wallahu a'lam :)


sumber:
Allah Subhanahu Wa Ta'ala dan Rasulullah Sholallahu 'alayhi wassalam
http://bisnislaundrysyariah.com/
http://book-me-tiboux.blogspot.com/2013/09/pengertian-dan-tugas-laundry.html
http://maryana02121986.blogspot.com/2012/05/syariah-dan-syariat.html
http://www.duniaislam.web.id/2014/03/air-yang-boleh-digunakan-untuk.html
http://www.organisasi.org/1970/01/jenis-macam-macam-najis-mukhaffafah-mutawassithah-dan-mughallazhah.html
http://rumahdijual.com/bekasi/656253-sewa-rumah-pondok-ungu-permai-bekasi.html

Minggu, 15 September 2013

Accrual Basis vs Cash Basis

Dalam akuntansi, ada 2 dasar dalam pencatatan. Accrual basis dan cash basis.
  • Accrual basis adalah pencatatan yang dilakukan meskipun belum ada uang yang masuk atau keluar. Dengan kata lain, mengakui adanya pendapatan atau beban meskipun baru perjanjian.
  • Cash basis adalah pencatatan yang dilakukan hanya ketika ada uang masuk atau uang keluar.
Hebatnya, 2 metode dasar dalam akuntansi mengadopsi dari sistem pencatatan malaikat. Ya. Anda benar! Malaikat Rakib dan malaikat Atid sudah lebih dulu melakukan metode ini dalam mencatat amal perbuatan manusia.

Malaikat Rakib > mencatat amal baik manusia.
Malaikat Atid   > mencatat amal buruk manusia.
  • Accrual basis mengadopsi dari pencatatan yang dilakukan malaikat Rakib. Malaikat rakib mencatat setiap perbuatan baik manusia meskipun belum terlaksana, meskipun baru terbesit niat.
  • Cash basis mengadopsi dari pencatatan yang dilakukan malaikat Atid. Malaikat Atid tidak langsung mencatat niat buruk manusia. Amal buruk baru dicatat ketika sudah benar-benar dilakukan. Hebatnya lagi, jika tidak jadi dilakukan, malah dicatat kebaikan oleh malaikat Rakib.

Tulisan ini saya dasarkan pada keyakinan saya terhadap islam.
Wallahu a'lam.


sumber:
http://www.akuntansiitumudah.com/

Sudah biasa...


Jalanan macet?
Sudah biasa...


Jalanan banjir?
Sudah biasa...

Lalu bagaimana agar semua yang biasa menjadi luar biasa?

Sebagai pengguna kendaraan bermotor, tentunya kita 'guedeg' dan 'juengkel' ketika terjebak kemacetan. Itu sudah biasa...
Kuncinya kita harus bersabar. Itu masih biasa...
Selain itu kita juga harus menjadi contoh yang baik. Dengan cara menaati peraturan tentunya-bukan hanya ketika ada polisi. Budaya taat peraturan memang sudah jarang ditemui di negara kita. Untuk itu jadilah yang luar biasa. Perbaiki sebab kemacetannya, bukan akibatnya.

Sebagai warga, tentunya kita 'guedeg' dan 'juengkel' ketika jalanan atau bahkan perumahan terkena banjir. Itu sudah biasa...
Kuncinya kita harus terus bersabar. Itu masih biasa...
Selain itu kita juga harus menjadi contoh yang baik. Dengan cara senantiasa menjaga kebersihan lingkungan. Masih banyak cara lain. Perbaiki sebab banjirnya, bukan akibatnya.

Ada hal lain yang membuat kita luar biasa. Bersyukur dalam setiap keadaan menjadikan kita luar biasa. Tidak hanya dengan perkataan, tapi juga dengan perbuatan. Berusaha memperbaiki kesalahan juga merupakan cara kita untuk bersyukur.

"Jangan menunggu bahagia terus bersyukur, tapi bersyukurlah terus niscaya bahagia." (Aa Gym)

Wallahu a'lam.


sumber:
http://luckydc.wordpress.com/2010/09/03/jakarta-menuju-kemacetan-total/
http://green.kompasiana.com/penghijauan/2013/01/21/banjir-jakarta-sudah-sejak-zaman-kompor-mleduk--527299.html

Apa yang salah?

Sore hari di sebuah kota, sebut saja Atrakaj, banyak berkumpul pengemis. Ya. Kota ini memang terkenal banyak pengemis.
Lewatlah seorang pebisnis yang dia sangat selektif dalam menyumbang pengemis. Biasanya, sebelum dia menyumbang, dia mengajukan beberapa pertanyaan, dan rata-rata pengemis tidak lolos wawancara dengan dia, kebanyakan mereka gagal lolos audisi, tapi tidak pada sore itu. Ada seorang pengemis yang mampu lolos wawancara dengannya.

X: pebisnis
Y: pengemis

X: kalo saya kasih uang, apakah kamu gunakan berjudi?
Y: oh tidak pa, berjudi itu kan haram.
X: apakah kamu gunakan untuk mabuk-mabukkan?
Y: tidak juga pa, mabuk-mabukkan juga haram hukumnya.
X: hmm, bagaimana kalo untuk bermain perempuan?
Y: apalagi itu pa, Allah sudah melarang dengan tegas agar manusia tidak mendekati zina.
X: oke, kamu akan saya kasih uang, tapi kamu ikut dulu ke rumahku.

Sesampainya di rumah pebisnis yang mewah. Pebisnis itu memanggil istrinya kemudian berkata sambil menunjuk pengemis tadi, "Beginilah nasib orang yang tidak berjudi, tidak mabuk-mabukkan, dan tidak bermain perempuan".



Apa yang salah???
Pengemis baik itu yang salah kah?
Atau pebisnis tersebut yang angkuh?

Bukan! Yang salah adalah konsep pemikirannya. Pola pikir masyarakat yang menganggap bahwa orang baik itu selalu miskin, selalu meminta-minta, dan terkesan bodoh. Parahnya lagi, terkadang orang-orang yang dicap seperti itu tidak mau mengubah hal tersebut.

Pengemis memang bukanlah pekerjaan yang haram, tapi bukankah pebisnis itu lebih baik karena bisa menjadi perantara rezeki yang halal?
Meminta memang tidak dilarang, tapi bukankah memberi sangat dianjurkan?

Cara sederhana untuk mengentas kemiskinan adalah dengan memastikan diri kita tidak miskin.
Cara sederhana untuk mengentas kebodohan adalah dengan memastikan diri kita tidak bodoh.
Cara sederhana agar kita tidak dihina adalah dengan memastikan diri kita tidak pantas dihina.

Wallahu a'lam.

Inspiring people:
@panjiabdiesa
@ipphoright
@herricahyadi

Sabtu, 13 April 2013

Berprasangka Buruk Memang Tidak Boleh, Tapi...




Suatu pagi di asrama UICCI Umraniyah. Jum'at pagi tepatnya. Seperti biasa, setiap jum'at pagi seluruh kelompok belajar fiqih dengan Abi masing-masing.
*dalam bahasa turki, Abi berarti kakak laki-laki

Singkat cerita, selesai belajar fiqih, ditutup dengan membaca surat Al Fatihah masing-masing.
Namun, ada seorang murid yang baru beberapa detik diinstruksikan untuk membaca Al Fatihah tapi dia sudah langsung ngajak murid lain ngobrol.
Ketika ditanya oleh murid lain apakah dia membaca Al Fatihah, dia menjawab dengan marah bahwa dia sudah baca.
Hampir terjadi pertikaian saat itu karena dia merasa difitnah. Dia menganggap murid lain telah berprasangka buruk kepadanya.

"Berprasangka buruk memang tidak boleh, tetapi membuat orang lain berprasangka buruk kepada kita itu Lebih Tidak Boleh." (Abi Taufik)


Wallahu a'lam...

Bekasnya Masih Ada



Ada seorang anak yang memiliki kebiasaan buruk, mengejek teman.

Akhirnya sang ayah menasihatinya...
Ayah: Nak, mulai sekarang kalo kamu mengejek temanmu, kamu tancapkan paku di pagar kayu depan rumah.
Anak: Iya ayah :)

Hari pertama, ada sekitar 15 paku yang ditancapkan sang anak. Semakin hari sang anak semakin lelah yang berarti intensitas mengejek sang anak berkurang.


Sang ayah kembali menasihati...
Ayah: Nak, sekarang kalo kamu punya niat untuk mengejek temanmu tapi tidak jadi kamu lakukan, kamu cabut paku yang ada di pagar.
Anak: Oke sip yah :)

Semakin hari, sang anak semakin bisa mengendalikan kebiasaan buruknya hingga paku-paku yang tadinya menancap sekarang sudah habis.


Ayahnya bersyukur...
Ayah: Alhamdulillah sekarang kamu sudah bisa menghilangkan kebiasaan burukmu :), sekarang sudah tidak paku di pagar. Sekarang coba kamu perhatikan pagar tersebut! Adakah yang berbeda?
Anak: Iya alhamdulillah ayah :). Hmm, ada yang berbeda yah, pagar itu menjadi rusak akibat paku yang pernah aku tancapkan.
Ayah: Seperti itulah nak, ketika kamu mengejek seseorang kemudian meminta maaf kepadanya, masih ada sakit pada hati orang tersebut. Bekas itu tidak hilang nak. Bekasnya Masih Ada.


Wallahu a'lam...

sumber: Abi Ilham

Mimpi Bertemu Presiden RI B.J. Habibie

Minggu, 7 April 2013

Pagi hari setelah sholat subuh dan sarapan, tidak seperti biasa saya tidur lagi karena sedang sakit.
Ada yang spesial dari tidur kali ini, saya bermimpi bertemu dan berpelukan dengan tokoh yang saya kagumi, Prof. DR. Ing. B.J. Habibie atau biasa disebut Mr. Crack dalam dunia internasional.
Sebelum tidur memang saya mengingat kisah beliau ketika sakit di Jerman, beliau menulis surat yang isinya bersumpah untuk mengabdi pada bangsa Indonesia. Saya benar-benar terinspirasi sampai akhirnya terbawa mimpi.

Di dalam mimpi saya bertemu beliau dan bermaksud untuk memeluknya, tetapi beliau menolak.
Beliau bertanya, Anda siapa?

Sebuah jawaban dari saya membuat beliau tersenyum :)

"Saya adalah pemuda yang mencintai Indonesia dan insyaAllah akan membangun Indonesia bersama teman-teman seperjuangan. Terima kasih atas kontribusi Bapak selama ini. Do'akan kami pak! InsyaAllah kami akan selalu mendo'akan Bapak."

Akhirnya kami pun berpelukan dan beliau meninggalkan saya dengan gaya jalan yang khas.

Mimpi itu benar-benar seperti nyata dan berkesan untuk saya khususnya.
Apalagi jika saya mimpi bertemu Rasulullah saw. (aamiin) pasti rasanya lebih luar biasa.


Dalam buku yang pernah saya baca, ketika mendapat panggilan untuk mengabdi pada bangsa Indonesia, hal pertama yang beliau lakukan adalah mengumpulkan sebanyak-banyak pemuda yang mencintai bangsanya dan memiliki visi yang sama dengan beliau.


Berikut adalah nama teman-teman seperjuanganku yang cinta Indonesia dan memiliki visi yang sama untuk membangun Indonesia:
  1. Sona Ardhyan
  2. Ahdi Nur Fitrianto
  3. Panji Hidayatullah
  4. Sigit Priyo Sanyoto
  5. Muhammad Jabbar Al Basith
  6. Deni Yudi Prasetyo
  7. Chairul Umam
  8. Isal Mawardi
  9. Feri Ardi Kurniawan
  10. Muhammad Harry Kurniawan
  11. Muhammad Fajar Nasikhin
  12. Wahyu Pradana
InsyaAllah :)

Senin, 04 Maret 2013

Bukan Iklan Biasa

Ada yang pernah liat iklan ini?




Iklan di atas adalah salah satu kritikan sosial yang ditujukan untuk para orang tua zaman sekarang lebih sibuk dengan dunianya sendiri. Hasilnya anak-anak mereka kurang mendapat perhatian.

Sedikit sekali iklan edukatif seperti ini. Lebih banyak iklan yang tidak mendidik khususnya dalam hal adab.

Sebut saja iklan minuman X yang mencontohkan minum menggunakan tangan kiri, sambil berdiri pula. Ini sangat bertentangan dengan adab yang diajarkan rasulullah saw.

”Janganlah salah seorangpun dari kalian minum sambil berdiri”. (HR. Muslim)

"Janganlah sekali-sekali seseorang di antara engkau semua itu makan dengan tangan kirinya dan janganlah sekali-kali pula minum dengannya itu, sebab sesungguhnya syaitan itu makan dengan tangan kirinya dan minumpun dengan tangan kirinya." (HR. Muslim)

Sadar atau tidak, iklan-iklan tersebut "bukan iklan biasa". Terdapat maksud lain dari sekadar mempromosikan produknya.

Wallahu a'lam...

Senin, 18 Februari 2013

Allah punya caranya sendiri

Kuliah di UI membuatku bingung antara ngekos atau pulang pergi. Rumahku di daerah bekasi tergolong tidak jauh dari UI, tapi jauh banget rasanya kalo naik motor. Kira-kira 2 jam kalau tidak macet, kalo macet bisa 1 jam. 1 jam lebih lama maksudnya. hehehe
Dengan alasan tidak tega menyulitkan orang tua, akhirnya saya memilih tinggal di rumah nenek di daerah tanjung priok, jakut. Sama-sama jauh sebenarnya, tapi demi menjalin silaturrahim dengan mbah putriku dan demi menjaga perasaan ibuku--beliau beranggapan kalo dari priok lebih dekat ke UI--. Sekadar info, UI itu letaknya di sebelah selatan jakarta selatan, sedangkan tanjung priok itu letaknya di sebelah utara jakarta utara. Alhamdulillah waktu yang ditempuh memang berbeda dibanding berangkat dari bekasi, yaitu 120 menit.
Pertama kali naik motor, saya sangat semangat dan sama sekali tidak merasa 'ngantuk'. Mungkin karena terlalu banyak mikirin rute jalan.
Sehari, dua hari, seminggu, dua minggu, naik motor mulai terasa berat. Bukan hanya harus bersabar ketika macet, tapi juga harus menahan ngantuk.
Ada beberapa hipotesis saya mengapa bisa 'ngantuk' ketika berkendara:
  1. Pikiran kosong, jadi gampang ngantuk. Saya mengatasinya dengan berbicara sendiri seakan-akan lagi ngeboncengin orang. Sekali, dua kali cara ini berhasil, tapi lama-lama menjadi tidak efektif karena orang yang saya bonceng tidak merespon jadi saya bosan dan pikiran kembali kosong. ngantuk lagi deh, alhamdulillah.. :)
  2. Kurang tidur dan kelelahan. Biasanya ketika jatah tidur kita kurang dan kelelahan akan membuat kita ion tubuh berkurang sehingga mudah ngantuk. *asseek.. Saya mengatasinya dengan minum air mineral atau biar lebih "nampol" minum ponari sweet child o'mine atau makan permen. Kalo lagi puasa, saya biasanya netesin air mineral ke mata, cara ini dapat menghilangkan ngantuk dan menyebabkan mata merah, insyaAllah :)
  3. Kekurangan oksigen. Hal ini biasanya karena kita pake masker atau penutup hidung sehingga oksigen yg kita hirup tidak sebanyak ketika tidak memakai penutup hidung. Saya mengatasinya dengan membuka penutup hidung.

Semua itu sudah pernah saya lakukan tapi terkadang tetep gak bisa ngilangin 'ngantuk'. Cara paling ampuh adalah dengan tidur, pasti ngantuknya ilang. hehehe
Bukan! Cara paling ampuh adalah berdo'a.
Pernah suatu kali saya tidak bawa minum, ngantuk sudah stadium 4. Saya berdo'a dan bertawakkal sambil berusaha menahan ngantuk. Akhirnya Allah menjawab do'a saya. Ya, aku dibiarkan tertidur dan akhirnya nabrak pengendara motor lain.
Alhamdulillah, Allah punya caranya sendiri.
Seteleh nabrak, saya menjadi tidak ngantuk.
Alhamdulillah, Allah punya caranya sendiri.

Beberapa kali saya menabrak pengendara lain. Ada yang marah, ada yang ngeliatin doang ketika saya jatuh, ada yang perhatian banget, dan yang paling parah saya pernah nabrak mobil toyota swift di depan halte balairung UI.
Setelah itu, saya menjadi tidak ngantuk.
Alhamdulillah, Allah punya caranya sendiri.

Kecelakaan terparah saya menyebabkan mobil swift itu penyok bemper belakangnya. Dengan asas kekeluargaan, saya seharusnya mengganti sebesar 1.7 juta. Saat itu belum punya uang dan saya gak mau cerita ke orang tua dengan alasan tidak ingin menambah beban mereka.
Akhirnya, saya bayar cuma beberapa ribu saja untuk biaya ngecat bagian mobil yang lecet. Alhamdulillah korbannya ikhlas--semoga Allah merahmati beliau--.

Kecelakaan tadi membuat saya sangat berjaga-jaga dan semoga itu adalah kecelakaan terakhir. aamiin

Alhamdulillah, Allah punya caranya sendiri... :)

Minggu, 17 Februari 2013

Tolong Nasihati Saya Brother...

Assalamu'alaikum brother :), tolong nasihati saya...

Berikut adalah respon dari my 'konco kentel abis' terhadap sms saya di atas:

  1. Fajar(the next yuman): Jika aku menyerah sekarang, aku akan menyesal seumur hidupku. Mimpi seseorang itu tak akan pernah berakhir.
  2. Harry(ai/ahok): Yuk istiqomah dlm kebaikan.
  3. Isal(santai ae): Hidup mengajarkan kita utk bersyukur di pagi hari, bekerja keras di siang hari, beristiragat dan mengambil hikmah di sore dan malam hari. DIA tau betapa penat dan lelahnya dirimu serta berkurangnya jatah santaimu selama ini. Ikhlas dan ridholah dlm menjalani semuanya karena hanya DIAlah yg Maha Mengetahui apa yg kita butuhkan dan sebaik2nya pemberi balasan. Bersabarlah meniti hari2mu.Tetap berjuang bro.
  4. Feri(pengusaha molen): Pejuang tdk boleh kalah. Kalah dgn dirinya sendiri. Kalah dgn kepentingan pribadi. Kalah dgn ambisi. Kalah dgn ketidakberdayaan. Kalah dgn perasaannya. Pejuang hanya boleh jatuh utk bangun kembali. Pejuang hanya boleh lelah utk bekerja kembali. Pejuang hanya boleh salah utk jd yg lebih baik.
  5. Sona(pengusaha asinan): Gula itu manis. Semua orang jg sudah tau kalo gula itu manis. Suatu minuman jika diberi gula akan terasa manis dan lebih nikmat. Tapi setiap orang punya kadar kemanisan yg berbeda-beda, tergantung orang itu suka yg 'manis sekali' atau 'kurang manis'. Ada yg diberi gula sesendok sudah merasa cukup. Dan ada yg perlu sampai 10 sendok gula. tapi, semanis-manis minuman yg disukai seseorang, tdk akan terasa enak jika 'gulanya' kebanyakan.
  6. Taufik(mekanik sholeh): Ingatlah dan selalu ingatlah ALLAH. Jikat kita sedang diuji, selalu ingat ALLAH. ALLAH before, ALLAH again, and always ALLAH. ALLAHUAKBAR !!
  7. Ahdi(pengusaha ikan): Tidak dpt masuk ke surga seseorang yg dlm hatinya terdapat seberat debu dari sifat ketakaburannya. (HR Muslim)
  8. Febri(ahli ekonomi islam): ALLAH melarang berkeluh kesah pd setiap masalah yg dihadapi krna sebesar-besarnya masalah, masih lebih besar kuasa ALLAH bagi orang yg berharap dan pasrah kpdNYA.
  9. Umam(motivator): Ingat kebahagiaan orang tua.
  10. Panji(arsitek): Diam itu lebih baik daripada banyak berbicara tapi tdk bermakna, terlebih jika bermakna negatif bahkan menyakiti orang lain.
  11. Sigit(atlet ae): Jangan berhenti berhenti berbuat baik dan membagikannya.
  12. Imam(Enterpreneur): Jangan terlalu capek aja yog.

Syukron brother sudah memenuhi salah satu hak saya sebagai seorang muslim, yaitu diingatkan. :)

Sabtu, 03 November 2012

Penggembala Domba



Al-Bukhari meriwayatkan dari Abu Hurairah ra Nabi Muhammad saw pernah bersabda, “Tidak ada seorang Nabi yang Allah utus kecuali ia pernah menggembala domba. Para sahabat bertanya, “Termasuk Engkau wahai Rasulullah? Ia menjawab, “Ya, saya pernah mengembala domba milik orang Makkah dan mendapatkan upah.”

Menggembala domba pada waktu itu selain menjadi salah satu pekerjaan yang menghasilkan uang, ia juga sekaligus menjadi sarana pembinaan rasa untuk tumbuh rasa belas kasihan, kelembutan, cinta, kasih sayang, mengenali, dan memperhatikan baik kepada hewan ternak maupun kepada sesama penggembala.

Menggembala domba memberi ruang bagi Rasulullah saw untuk ke luar jauh dari lingkaran sosial keluarganya, dapat berjumpa dengan sesama penggembala, berbaur di tengah-tengah masyarakat yang kaya pengalaman, berkomunikasi, beradaptasi dan memahami lingkungan di sekitarnya. Masa kecil itu telah memberi kesempatan bagi Rasulullah saw untuk keluar dari teritorial kampungnya mampu melihat hamparan yang luas, menatap ufuk langit, menemukan udara yang bersih, mengenali betapa indah ciptaan Allah di muka bumi ini.

Inilah pelajaran kepemimpinan efektif yang Rasulullah saw lalui dan sempat ia ungkapkan dengan meminjam kata “raa’in” yang berarti penggembala, sebagaimana yang tertulis dalam buku-buku hadits. Kepemimpinan berbasis pengalaman penggembala itu dapat difahamai dalam beberapa point penting berikut ini.

Pertama, penggembala yang baik akan berusaha semaksimal mungkin untuk mencarikan makanan dan minuman terbaik bagi domba gembalaannya. Inilah kewajiban mendasar para penggembala, yaitu menghadirkan kesejahteraan bagi ternaknya. Demikianlah Allah SWT mempersiapkan Rasulullah saw untuk menjadi pemimpin besar umat ini, dengan memberinya kesempatan menggembala kambing di usia dini.

Perhatian serius terhadap kesejahteraan umat terlihat dalam syariat Islam seperti adanya kewajiban zakat, sedekah, infaq, dsb.

Kedua, penggembala yang baik akan melindungi ternakannya dari ancaman bahaya, baik oleh hewan buas seperti serigala, macan, dll, atau bahaya situasi seperti hujan, angin dan udara yang panas menyengat. Penggembala yang baik itu tidak akan membiarkan hewan gembalaannya berada dalam ancaman bahaya, apalagi diserang oleh hewan pemangsa.

Begitulah Rasulullah saw melindungi umat ini agar tidak menjadi obyek kezhaliman bangsa lain, sehingga ia memerintahkan minoritas Muslim Makkah itu hijrah ke Habasyah, disyariatkannya jihad fi sabilillah adalah salah satu bentuk proteksi umat ini dari ancaman bahaya eksternal.

Ketiga, penggembala yang baik tidak membiarkan hewan gembalaannya melakukan kesalahan atau perbuatan yang membahayakan diri maupun orang lain di sekitarnya. Penggembala itu akan segera menghalau hewan ternaknya yang bergerak mendekati pematang sawah, atau pagar kebun orang lain. Usaha preventif lebih di dahulukan daripada tindakan kuratif pemberian hukuman.

Begitulah Rasulullah saw menghalau siapapun umat ini dari kesalahan atau bahaya yang akan terjadi sekarang atau nanti. Seruan pertama yang Rasulullah saw sampaikan kepada sanak keluarganya ketika memulai dakwah jahriyah kepada keluarga terdekatnya adalah ungkapan: “…selamatkan diri kalian dari api neraka”

Keempat, penggembala yang baik itu akan melatih hewan ternaknya untuk mengoptimalkan potensi dan kemampuan yang dimilikinya. Penggembala domba berusaha agar dombanya bisa menghasilkan susu atau keturunan yang berkualitas. Penggembala sapi melatih sapinya untuk membajak sawah, dan pekerjaan lain yang bisa dilakukannya.

Rasulullah saw memberdayakan sekecil apapun potensi para sahabat untuk dapat berkontribusi. Melatih para sahabat untuk mengemban tugas-tugas dakwah. Mengutus para sahabat untuk melakuan ekspedisi jihad ke berbagai sudut wilayah yang terjangkau ketika itu.

Inilah pengalaman penggembala domba di masa kecil yang melandasi kepribadian Rasulullah sebagai pemimpin besar bagi umat manusia ini. “Sungguh telah datang kepadamu seorang Rasul dari kaummu sendiri, berat terasa olehnya penderitaanmu, sangat menginginkan (keimanan dan keselamatan) bagimu, Amat belas kasihan lagi Penyayang terhadap orang-orang Mukmin,” (QS at-Taubah: 128). Wallahu a’lam bishshawab..

sumber: http://www.sabili.co.id 

Sabtu, 27 Oktober 2012

Sifat Wudhu Rasulullah sholallahu 'alaihi wassalam


A.      DEFINISI WUDHU'
Secara morfologi (bahasa): wudhu berasal dari akar kata (الوُضُوْءُ) yang menunjukkan pekerjaan yaitu pekerjaan mengambil air wudhu' (berwudhu') atau dari kata (الوَضُوْءُ) yang artinya: air wudhu'.
Secara etimologi (syari'at): wudhu' adalah pekerjaan menggunakan atau mengambil jenis air tertentu (yang suci) dengan gerakan-gerakan tertentu untuk mencuci anggota-anggota tertentu yaitu anggota (badan) wudhu' yang disyari'atkan Alloh swt.
B.      DALIL DISYARI'ATKAN WUDHU'
Dalil disyari'atkan wudhu' ada tiga, yaitu:
1)      Dalil dari Al-Qur'an:
Allah swt berfirman:
Artinya:"Hai orang-orang yang beriman, apabila kalian hendak mengerjakan sholat, Maka basuhlah muka kalian dan tangan kalian sampai dengan siku, dan sapulah kepala kalian dan (basuh) kaki kalian sampai dengan kedua mata kaki". (QS. Al Maa-idah: 6).
2)      Dalil dari As-Sunnah.
Diantaranya sabda Rosululloh saw:
" لَا يَقْبَلُ اللهُ صَلَاةَ أَحَدِكُمْ إِذَا أَحْدَثَ حَتَّى يَتَوَضَّأَ ".
Artinya:"Allah tidak menerima sholat salah seorang diantara kalian apabila hadats, sehingga ia berwudhu'". (HR. Bukhori: dan Muslim: 225).
"مِفْتَاحُ الصَّلَاةِ الطَّهُوْرُ وَتَحْرِيْمُهَا التَّكْبِيْرُ وَتَحْلِيْلُهَا التَّسْلِيْمُ"
Artinya:"Kunci pembuka sholat adalah bersuci, tahrimnya (penharamannya) adalah takbir, takhlilnya (penghalalannya) adalah salam". (HR. Abu Daud: 60 dan Tirmidzi: 3).
3)      Dalil dari Ijma'
Kaum muslimin telah sepakat dalam menetapkan disyari'atkannya Wudhu' sejak masa Rosululloh saw sampai masa sekarang ini.
C.       KEUTAMAAN WUDHU'
Banyak sekali hadits yang menerangkan dan menjelaskan keutamaan wudhu', diantaranya:
Rosululloh saw bersabda:
"أَلَا أَدُلُّكُمْ عَلَى مَا يَمْحُو اللهُ بِهِ الخَطَايَا وَيَرْفَعُ بِهِ الدَّرَجَاتِ؟ قَالُوْا : بَلَى، يَا رَسُوْلَ اللهِ. قَالَ: إِسْبَاغُ الوُضُوْءِ عَلَى المَكَارِهِ وَكَثْرَةُ الخُطَا إِلَى المَسَاجِدِ وَانْتِظَارُ الصَلَاةِ بَعْدَ الصَّلَاةِ فَذَالِكُمُ الرِّبَاطُ فَذَالِكُمُ الرِّبَاطُ فَذَالِكُمُ الرِّبَاطُ".
"Maukah aku tunjukkan kepada kalian beberapa perkara yang dapat menghapuskan dosa dan mengangkat derajat kalian? Mereka berkata: mau ya Rosulalloh saw. (beliau) bersabda: (yaitu) menyempurnakan wudhu' dalam keadaan yang sulit, memperbanyak langkah ke masjid (untuk sholat berjama'ah) dan menunggu sholat sesudah selesai mengerjakan sholat, yang demikian itu adalah perjuangan. yang demikian itu adalah perjuangan. yang demikian itu adalah perjuangan". (HR. Muslim: 1/1151)
"مَنْ تَوَضَّأَ فَأَحْسَنَ الوُضُوْءَ خَرَجَتْ خَطَايَا مِنْ جَسَدِهِ حَتَّى تَخْرُجَ مِنْ تَحْتِ أَظْفَارِهِ"
"barangsiapa yang wudhu', kemudian menyepurnakannya, niscaya akan keluar dosa-dosa dari tubuhnya, bahkan akan keluar pula dosa-dosa dari bawah kuku-kuku jarinya".(HR. Muslim: 3/133).
Abu Huroiroh ra bekata bahwa Rosululloh saw:
"إِذَا تَوَضَّأَ العَبْدُ المُسْلِمُ (أَوِ المُؤْمِنُ) فَغَسَلَ وَجْهَهُ، خَرَجَ مِنْ وَجْهِهِ كُلُّ خَطِيْئَةٍ نَظَرَ إِلَيْهَا بِعَيْنِهِ مَعَ المَاءِ ( أَوْ مَعَ آخِرِ قَطْرِ المَاءِ) فَإِذَا غَسَلَ يَدَيْهِ  خَرَجَ مِنْ يَدَيْهِ كُلُّ خَطِيْئَةٍ كَانَ بَطَشَتْهَا يَدَاهُ مَعَ المَاءِ (أَوْ مَعَ آخِرِ قَطْرِ المَاءِ) فَإِذَا غَسَلَ رِجْلَيْهِ خَرَجَتْ كُلُّ خَطِيْئَةٍ مَشَتْهَا رِجْلَاهُ مَعَ المَاءِ (أَوْ مَعَ آخِرِ قَطْرِ المَاءِ) حَتَّى يَخْرُجَ نَقِيًا مِنَ الذُّنُوْبِ"
"Apabila seorang hamba muslim atau mukmin berwudhu', lalu mencuci wajahnya, maka keluar dari wajahnya setiap kesalahan yang dipandang dua matanya bersama air (atau bersama tetesan air terakhir). Apabila ia mencuci dua tangannya, niscaya keluar dari tangannya setiap kesalahan yang dilakukan dua tangannya bersama air (atau bersama tetesan air terakhir). Apabila ia mencuci kakinya, niscaya keluar setiap kesalahan yang dijalankan oleh kakinya bersama air (tetesan air terakhir). Sehingga ia keluar dalam keadaan bersih dari dosa". (HR. Muslim: 32).
D.      TATA CARA WUDHU' ROSULULLOH SAW
Berikut ini beberapa tata cara yang berwudhu' yang sesuai Sunnah Rosululloh saw:
1)      Berniat wudhu' dalam hati, tanpa diucapkan dengan lisan.
Rosululloh saw bersabda:
"إِنَّمَا الأَعْمَالُ بِالنِّيَاتِ، وَإنَّمَا لِكُلِّ امْرِئٍ مَا نَوَى، ...".
"sesungguhnya amal itu tergantung pada niat. Dan seseorang tergantung pada apa yang diniatkan....". (HR. Bukhori (Fathul Bari): 1/9 dan Muslim 6/48).
2)      Mengucapkan bismillah
Rosululloh saw bersabda:
"لَا وُضُوْءَ لِمَنْ لَمْ يُذْكَرِ اسْمَ اللهِ عَلَيْهِ"
"Tidak ada wudhu' bagi orang yang tidak mengucapkan nama Alloh padanya". (HR. Abu Daud: 101 dan dishohihkan oleh Al-Bani dalam Shohih Jami' Shoghir:7444)
3)      Membasuh kedua telapak tangan tiga kali.
4)      Madhmadhoh (berkumur-kumur) dan Istinsyaq (menghitung air ke hidung dengan sekali nafas sampai keujung hidung yang paling dalam) serta Istintsar (menyeburkan air dari ujung hidung). Pekerjaan ini dilakukan secara bersamaan /digabung dengan satu telapak tangan saja, sebanyak tiga kali.
5)      Membasuh muka tiga kali, mulai dari ujung kepala tempat tumbuhnya rambut (ujung kening) sampai jenggot, termasuk ujung-ujung telinga dan sendi-sendi antara jenggot dan telinga.
6)      Membasuh dua tangan tiga kali, mulai dari ujung jari kesiku, dimulai dari tangan kanan lalu tangan kiri.
7)      Mengusap kepala satu kali, yaitu dengan membasuh kedua tangan terlebih dahulu lalu mengusapkannya kedepan kepala hingga bagian belakangnya, lalu menjalankannya kembali kedepan. Setelah pekerjaan ini selesai, dilanjutkan dengan mengusap kedua telinga satu kali, dengan air sisa mengusap kepala, yaitu dengan memasukkan kedua telunjuk kelobang telinga sedang ibu jari membasuh bagian luarnya.
8)      Membasuh kedua kaki sampai mata kaki tiga kali, mulai dari ujung jari kaki hingga dua mata kaki, dimulai dari kaki kanan lalu kaki kiri.
عَنْ حُمْرَانَ مَوْلَى عُثْمَانَ بْنِ عَفَّانَ، أَنَّهُ رَأَى عُثْمَانَ دَعَا بِوَضُوْء ٍفَأَفْرَغَ عَلَى يَدَيْهِ مِنْ إِنَائِهِ فَغَسَلَهُمَا ثَلَاثَ مَرَّاتٍ، ثُمَّ أَدْخَلَ يَميِنَهُ فِي الوَضُوءِ، ثُمَّ تَمَضْمَضَ وَاسْتَنْشَقَ وَاسْتَنْثَرَ، ثُمَّ غَسَلَ وَجْهَهُ ثَلاثَاً، وَيَدَيْهِ إِلَى الْمِرْفَقَيْنِ ثَلَاثاً، ثُّمَ مَسَحَ بِرَأْسِهِ ثُمَّ غَسَلَ كِلْتَا رِجْلَيْهِ ثَلَاثاً، ثُمَّ قَالَ: رَأَيْتُ النَّبِيِّ صَلَى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ تَوَضَّأَ نَحْوَ وُضُوْئِيْ هَذَا وَقَالَ: "مَنْ تَوَضَّأَ نَحْوَ وُضُوئِيْ هَذَا ثُمَّ صَلَى رَكْعَتَيْنِ لَا يُحَدِّثُ فِيهِمَا نَفْسَهُ غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ ".
"Sesungguhnya Humron maula Utsman (mengabarkan) bahwa Utsman bin Affan ra meminta air untuk berwudhu', lalu baliau membanjurkan air dari tempatnya lalu mencuci kedua (telapak tangan)nya tiga kali, lalu memasukkan (telapak tangan) kanannya  kedalam air wudhu' dan berkumur-kumur, memasukkan air kedalam hidung dan menghembuskannya keluar. Lalu beliau mencuci mukanya tiga kali, lalu mencuci dua tangannya termasuk sikunya tiga kali. Lalu beliau menyapu kepalanya, lalu mencuci kedua kakinya tiga kali. Kemudian  beliau berkata: saya pernah melihat Rosulalloh saw mengambil air wudhu' seperti saya mengambil air wudhu' ini, seraya beliau bersabda: "barangsiapa yang berwudhu' seperti wudhu saya ini, kemudian ia mengerjakan sholat dua roka'at yang ia tidak berkata-kata (yang jelek) kepada dirinya, maka akan diampuni dosanya yang telah lalu". (HR. Bukhori : 1/42 dan Muslim: 1/118).
Diriwayat lain:
"ثُمَّ مَسَحَ رَأْسَهُ بِيَدَيْهِ فَأَقْبَلَ بِهِمَا وَأَدْبَرَ، بَدَأَ بِمُقَدَّمِ رَأْسِهِ، ثُمَّ ذَهَبَ بِهِمَا إِلَى قَفَاهُ، ثُمَّ رَدَّهُمَا إِلَى المَكَانِ الَّذِيْ بَدَأَ مِنْهُ ".
"kemudian ia membasuh kepalanya dengan dua tangannya dari depan kebelakang. Dimulai dari bagian depan kepalanya sampai menjalankan kedua tangannya itu kearah tengkuknya, lalu mengembalikannya lagi ketempat semula (bagian depan kepalanya)...". (HR. Bukhori: 1/47 dan Muslim: 1/118)
9)      Berdo'a dengan do'a:
"أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَ أَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ"
"Aku bersaksi bahawa tidak ada sekutu bagi-Nya dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya". (HR. Muslim: 234).
Dari Nu'aim bin Abdulloh Al-Mujmir, ia berkata: didalam riwayat At-Tirmidzi yang dishohihkan oleh Al-Bani dalam Shohihul Jami' Ash-Shohir no. 6043 terdapat tambahan:
"اللَّهُمَّ اجْعَلْنِيْ مِنَ التَّوَابِيْنَ وَاجْعَلْنِيْ مِنَ المُتَطَهِّرِيْنَ"
"Ya Alloh, jadikanlah aku termasuk orang-orang yang bertaubat dan jadikanlah aku termasuk orang-orang yang membersihkan diri".
E.       HAL-HAL YANG MEMBATALKAN WUDHU'
1)      Apa-apa yang keluar dari dua jalan yaitu qubul dan dubur, meliputi air kencing, tinja, madzi, wadi dan kentut, baik yang bersuara maupun yang tidak bersuara.
" لَا يَقْبَلُ اللهُ صَلَاةَ أَحَدِكُمْ إِذَا أَحْدَثَ حَتَّى يَتَوَضَّأَ ".
Artinya:"Alloh tidak menerima sholat salah seorang diantara kalian apabila hadats, sehingga ia berwudhu'". (HR. Bukhori: dan Muslim: 225).
2)      Tidur nyenyak.
Rosululloh saw bersabda:
"العَيْنُ وِكَاءُ السَّهِّ فَمَنْ نَامَ فَلْيَتَوَضَّأَ"
"Mata itu (ibarat) pengikat dubur, maka barangsiapa yang tidur maka hendaknya ia berwudhu'". (HR. Abu Daud: 477).
3)      Hilang akal, baik karena gila, pingsan, mabuk atau karena pengaruh obat.
Hal ini membatalkan wudhu', karena keadaan ini membuat seseorang tidak sadar dan tidak mengetahui keadaan wudhu'nya, apakah telah batal atau belum. Hal ini merupakan kesepakatan jumhur (kebanyakan) Ulama'.
4)      Menyentuh kemaluan secara langsung, tanpa ada batas atau penghalang sedikitpun.
Rosululloh saw bersabda:
"إِذَا أَفْضَى أَحَدُكُمْ بِيَدِهِ إِلَى فَرْجِهِ وَلَيْسَ بَيْنَهُ وَبَيْنَهَا حِجَابٌ وَلَا سَتْرٌ فَقَدْ وَجَبَ الوُضُوْءُ"
"Apabila salah seorang diantara kalian menyentuh kemaluannya dengan tangan tanpa penghalang atau batas, maka ia wajib berwudhu'". (HR. Hakim: 1/13)
tata cara wudhu: http://www.mediafire.com/?96l5jmjjl0d91nk 

Kamis, 18 Oktober 2012

Tukang Bangunan

Seorang tukang bangunan yang sudah
tua berniat untuk pensiun dari
profesi yang sudah ia geluti selama
puluhan tahun.
Ia ingin menikmati masa tua bersama
istri dan anak cucunya. Ia tahu ia
akan kehilangan penghasilan rutinnya
namun bagaimanapun tubuh tuanya butuh
istirahat. Ia pun menyampaikan
rencana tersebut kepada mandornya.
Sang Mandor merasa sedih, sebab ia
akan kehilangan salah satu tukang
kayu terbaiknya, ahli bangunan yang
handal yang ia miliki dalam timnya.
Namun ia juga tidak bisa memaksa.
Sebagai permintaan terakhir sebelum
tukang kayu tua ini berhenti, sang
mandor memintanya untuk sekali lagi
membangun sebuah rumah untuk terakhir
kalinya.
Dengan berat hati si tukang kayu
menyanggupi namun ia berkata karena
ia sudah berniat untuk pensiun maka
ia akan mengerjakannya tidak dengan
segenap hati.
Sang mandor hanya tersenyum dan
berkata, "Kerjakanlah dengan yang
terbaik yang kamu bisa. Kamu bebas
membangun dengan semua bahan terbaik
yang ada."
Tukang kayu lalu memulai pekerjaan
terakhirnya. Ia begitu malas-malasan.
Ia asal-asalan membuat rangka
bangunan, ia malas mencari, maka ia
gunakan bahan-bahan berkualitas
rendah. Sayang sekali, ia memilih
cara yang buruk untuk mengakhiri
karirnya.
Saat rumah itu selesai. Sang mandor
datang untuk memeriksa. Saat sang
mandor memegang daun pintu depan, ia
berbalik dan berkata, "Ini adalah
rumahmu, hadiah dariku untukmu!"
Betapa terkejutnya si tukang kayu. Ia
sangat menyesal. Kalau saja sejak
awal ia tahu bahwa ia sedang
membangun rumahnya, ia akan
mengerjakannya dengan
sungguh-sungguh. Sekarang akibatnya,
ia harus tinggal di rumah yang ia
bangun dengan asal-asalan.
Inilah refleksi hidup kita!

Pikirkanlah kisah si tukang kayu ini.
Anggaplah rumah itu sama dengan
kehidupan Anda. Setiap kali Anda
memalu paku, memasang rangka,
memasang keramik, lakukanlah dengan
segenap hati dan bijaksana.
Sebab kehidupanmu saat ini adalah
akibat dari pilihanmu di masa lalu.
Masa depanmu adalalah hasil dari
keputusanmu saat ini.

Kamis, 20 September 2012

Pensil dan Penghapus

Pensil : "Maafkan aku Penghapus..."

Penghapus : "Maafkan aku? Untuk apa, Pensil?
Kamu tidak melakukan kesalahan apapun

kepadaku..."

Pensil : "Aku minta maaf karena aku suka membuatmu terluka. Setiap kali aku melakukan kesalahan, kamu selalu berada
disana untuk menghapusnya. Namun setiap kali kamu berbuat itu kesalahanku lenyap sudah,
kamu kehilangan sebagian dari dirimu. Kamu akan menjadi semakin kecil dan kecil setiap saat..."

Penghapus : "Hal itu memang benar. Namun aku sama sekali tidak merasa keberatan. Kau lihat, aku memang tercipta untuk melakukan hal itu. Diriku tercipta untuk selalu membantumu setiap saat kau melakukan kesalahan. Walaupun suatu hari, aku tahu
bahwa aku akan pergi dan kau akan mengganti diriku dengan yang baru.
Aku sungguh bahagia dengan peranku. jangan pernah bersedih, kau tak perlu khawatir. Aku disini ada untukmu..."

Dan ternyata pengibaratan itu adalah
Si Penghapus adalah ORANG TUA kita...
Si Pensil adalah DIRI KITA sendiri....

Orang tua akan selalu ada untuk anak-anaknya...
Untuk memperbaiki kesalahan anak-anaknya...
Namun, terkadang, seiring berjalannya waktu...
Orang tua akan terluka dan akan menjadi semakin kecil
(BERTAMBAH TUA DAN AKHIRYA MENINGGAL).
Walaupun anak-anak mereka pada akhirnya akan menemukan seseorang yang baru (suami atau istri), namun orang tua akan
selalu tetap merasa bahagia atas apa yang mereka lakukan terhadap anak-anaknya dan akan selalu merasa tidak suka bila melihat buah hati tercinta mereka merasa khawatir ataupun sedih.
itulah pengorbanan dari Orang tua kita sungguh besar dan tak pernah sekalipun bisa terbalaskan.

BAGIKANLAH KEPADA SAUDARA-SAUDARA KITA YA

sumber: Ikhsan Subagja

Ka'bah Pusat Bumi


Astronot Neil Amstrong telah membuktikan bahwa kota Mekah adalah pusat dari Planet Bumi. Fakta ini telah di diteliti melalui sebuah penelitian Ilmiah.

Ketika Neil Amstrong untuk pertama kalinya melakukan perjalanan ke luar angkasa dan mengambil gambar planet Bumi, dia berkata : “Planet Bumi ternyata menggantung di area yang sangat gelap, siapa yang menggantungnya ???”

Para Astronot telah menemukan bahwa planet Bumi itu mengeluarkan semacam radiasi, secara resmi mereka mengumumkannya di Internet, tetapi sayang nya 21 hari kemudian website tersebut raib yang sepertinya ada masalah tersembunyi dibalik penghapusan website tersebut.

Setelah melakukan penelitian lebih lanjut, ternyata radiasi tersebut berpusat di kota Mekah, tepatnya berasal dari Ka’Bah. Yang mengejutkan adalah radiasi tersebut bersifat infinite ( tidak berujung), hal ini terbuktikan ketika mereka mengambil foto planet Mars, radiasi tersebut masih berlanjut terus.

Para peneliti Muslim mempercayai bahwa radiasi ini memiliki karakteristik dan menghubungkan antara Ka’Bah di di planet Bumi dengan Ka’bah di alam akhirat.

Di tengah-tengah antara kutub utara dan kutub selatan, ada suatu area yang bernama ‘Zero Magnetism Area’, artinya adalah apabila kita mengeluarkan kompas di area tersebut, maka jarum kompas tersebut tidak akan bergerak sama sekali karena daya tarik yang sama besarnya antara kedua kutub.

Itulah sebabnya kenapa jika seseorang tinggal di Mekah, maka ia akan hidup lebih lama, lebih sehat, dan tidak banyak dipengaruhi oleh banyak kekuatan gravitasi. Oleh sebab itu lah ketika kita mengelilingi Ka’Bah, maka sebenarnya diri kita mencharged ulang suatu energi misterius yang berkaitan dengan kehidupan bumi dan ini adalah fakta yang telah dibuktikan secara ilmiah. Itu juga sebabnya tidak ada setetespun kotoran burung yang menempel diatas ka'bah. Tidak ada satupun pesawat yang berani melintas diatasnya. Dan ini juga yang akan memberitahukan kita bahwa Sholat adalah penyangga agama. Ya.....Kiamat akan segera tiba, manakala makin sedikitnya orang yang mencharged energi tersebut.

Dan yang perlu anda ingat, Tidak ada satu kekuatanpun yang sanggup menghancurkan ka'bah, Ka'bah dituliskan akan hancur dengan sendirinya ketika kiamat hampir tiba.......dan bisa anda tebak penyebabnya adalah ketika orang mulai meninggalkan sholat, ketika energi itu hilang karena makin sedikit orang menchargednya. Wallaahu a'lam Bish showab

Penelitian lainnya mengungkapkan bahwa batu Hajar Aswad merupakan batu tertua di dunia dan juga bisa mengambang di air. Di sebuah musium di negara Inggris, ada tiga buah potongan batu tersebut ( dari Ka’Bah ) dan pihak musium juga mengatakan bahwa bongkahan batu-batu tersebut bukan berasal dari sistem tata surya kita.

Dalam salah satu sabdanya, Rasulullah SAW bersabda, “Hajar Aswad itu diturunkan dari surga, warnanya lebih putih daripada susu, dan dosa-dosa anak cucu Adamlah yang menjadikannya hitam. ( Jami al-Tirmidzi al-Hajj (877) “

Radiasi dari Ka'bah ini tak dapat diketahui tanpa pesawat antariksa abad 20, membuktikan jika Qur'an ialah berasal dari ALLAH, & bukti Qur'an mukjizat sepanjang masa. Kerana banyak ayat yang baru dapat dibuktikan oleh peralatan terakhir, zaman terakhir.

Maka apakah mereka tidak memperhatikan Al Quran? Kalau kiranya Al Quran itu bukan dari sisi Allah, tentulah mereka mendapat pertentangan yang banyak di dalamnya. QS. 4 An-Nisaa':82



sumber: http://situslakalaka.blogspot.com